Menikahi Seorang Hafizah… dan Tak Pernah Bahagia Tiga Hari Berturut-turut

Sebelum Anda menandatangani akad nikah, bacalah pengakuan jujur yang berusia lebih dari seribu tahun ini. Bisa jadi inilah persiapan pernikahan terbaik yang Anda dapatkan tahun ini.
Ibnu Nashr sang ahli fikih (semoga Allah merahmatinya) berkata: “Aku menikahi seorang wanita yang hafal Kitabullah dan hafal al-Muwaththa’, salehah lagi ahli ibadah. Namun dengan semua itu, aku tidak pernah sekali pun merasakan kebahagiaan bersamanya selama tiga hari berturut-turut!”
Riyāḍ al-Nufūs fī Ṭabaqāt ʿUlamāʾ Ifrīqiya — Abū Bakr al-Mālikī (2/186)
Ya, Anda tidak salah baca
Ia hafal seluruh Al-Qur’an. Ia hafal al-Muwaththa’ karya Imam Malik. Ia salehah dan tekun beribadah. Namun seorang ahli fikih terhormat tetap tidak mampu merangkai tiga hari bahagia berturut-turut. Lalu, sebenarnya apa yang Anda harapkan dari calon pasangan Anda?
Dan agar adil terhadapnya: ia menikah dengan seorang ahli fikih. Tak seorang pun pernah bertanya berapa hari bahagia yang ia dapatkan.
Mengapa ini sebenarnya kabar baik
Ibnu Nashr tidak menyebutnya istri yang buruk, dan ia tidak meninggalkannya. Ia hanya berkata jujur: pernikahan antara dua orang baik tetaplah pernikahan antara dua manusia. Perselisihan, suasana hati yang naik-turun, kelelahan, dan salah paham bukan bukti bahwa Anda salah memilih. Semua itu bukti bahwa Anda sudah menikah.
Cara bersiap menghadapi apa yang akan datang
- Tinggalkan dongeng. Allah menggambarkan pernikahan sebagai “rasa kasih dan sayang” (QS. Ar-Rum: 21), bukan euforia tanpa akhir. Rasa sayang itulah yang menopang Anda pada hari-hari ketika rasa cinta sedang tenang.
- Lihat pribadinya secara utuh. Nabi ﷺ bersabda: “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak menyukai satu akhlaknya, ia akan ridha dengan akhlaknya yang lain.” (HR. Muslim 1469)
- Beri waktu. “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (QS. An-Nisa: 19)
- Dahulukan akhlak daripada daftar kriteria. Kesalehan adalah fondasi terbaik, tetapi tidak menggantikan kesabaran, komunikasi yang baik, dan selera humor.
- Introspeksi diri lebih dulu. Sebelum menghitung hari-hari sulit yang diberikan pasangan Anda, hitunglah hari-hari sulit yang Anda berikan kepadanya.
Kesimpulannya
Menikahlah karena agama, bersiaplah menghadapi kenyataan, dan bawalah bekal kesabaran yang banyak. Jika suatu hari datang tiga hari bahagia berturut-turut, ucapkan Alhamdulillah — Anda sudah lebih beruntung daripada salah satu ahli fikih besar di Ifriqiya.
Mencari pasangan yang sejalan dengan nilai-nilai Anda — dan harapan realistis Anda? Mulailah pencarian Anda di Good Spouse hari ini.
Artikel terkait

Penghargaan Pasangan: Merawat Cinta dan Hormat dalam Pernika
Penghargaan Pasangan: Merawat Cinta dan Hormat dalam Pernikahan Muslim Salam sejahtera kepada pembaca yang budiman. Dalam agama Islam, pernikahan adalah ikatan suci antara dua individu yang dijalani d...

Berhenti Menebak: Daftar Periksa Aplikasi Pernikahan Halal
Jelajahi pilihan aplikasi pernikahan halal terbaik untuk perjodohan yang tulus. Temukan keamanan, fitur, dan keterlibatan keluarga—pilihlah dengan bijak!

What Parents Ask About Building a Strong Muslim Family
Discover essential lessons on how to build a strong Muslim family based on Qur’an and Sunnah. Start fostering Islamic values in your home today.